Tuesday, 28 February 2012

Home » » Contoh Pidato Hakikat Niat Dalam Beribadah

Contoh Pidato Hakikat Niat Dalam Beribadah

Bagikan:
Print This Page
Mari berdoa dan bersedekah untuk Gaza




Assalamu ‘alaikum saudaraku yang semoga selalu di Rahmati Allah.
Nih Hamba punya contoh Pidato yang berjudul “Hakikat Niat Dalam Beribadah

pidato
Pidato
Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.
Mukadimah (pembukaan)

Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan saudara-saudara sekalian yang saya hormati.


            Pertama-tama, marilah kita memanjatkan syukur yang tiada terhingga kepada Allah SWT. Karena Dia telah memberi kita karunia dan nikmat yang sangat besar. Karunia dan nikmat itu ialah umur yang panjang, kesehatan yang baik, dan kesempatan yang luang sehingga kita semua bisa menghadiri acara ini.
            Shalawat beserta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita semua, Baginda Rasulullah SAW. Keluarga, para sahabat, para ulama dan kita sebagai ummatnya yang setia.
            Para hadirin sekalian.
            Pada kesempatan ini izinkan saya mencoba mengetengahkan tentang hakikat niat dalam beribadah. Namun sebelum sampai pada materi ini, hendaknya diketahui bahwa niat dalam beribadah itu erat kaitannya dengan ilmu. Karena itulah ummat Muslim harus pandai dan memiliki ilmu.
            Sesungguhnya ilmu itu sangat berperan bagi kehidupan ummat manusia. Kita bisa melihat dan meraba. Melalui indera tersebut akhirnya kita memiliki ilmu. Entah ilmu pengetahuan atau ilmu agama. Dengan adanya ilmu yang kita miliki, maka kita memiliki hasrat dan kemauan. Misalnya kita bisa melihat sesuatu, bahkan merasakannya. Lalu sekali waktu, yakni pada kesempatan lain, hati ini akan tergerak untuk berkeinginan meraba, memandang dan merasakan. Artinya, semua yang kita rasaka, kita pandang, kita raba, kita cium dan sebagainya. Itu merupakan suatu pengalaman. Dari pengalaman itulah akhirnya timbul suatu keinginan. Mustahil seorang tidak pernah melihat dan merasakan nikmatnya buah anggur. Lalu tiba-tiba ia berhasrat ingin memakan dan menikmatinya.
            Para hadirin rahimakumullah.
            Manusia diciptakan oleh Allah dalam keadaan dimana hal-hal yang diinginkan itu telah dirasakan sebelumnya. Namun kadang-kadang sesuatu yang telah dikenal atau dirasakannya itu tudak membuat ia tertarik, tidak menimbulkan hasrat keinginan. Hal ini dikarenakan berlawanan dengan niat dan hasratnya. Contohnya, seseorang yang telah mengenal api, maka ia akan tahu bahaya dan akibat yang ditimbulkan. Tentu ia akan mempunyai hasrat dan niat untuk menyentuhnya. Bandingkan seseorang yang telah pernah mencicipi madu, maka sekali waktu ua mempunyai keinginan untuk merasakannya.
            Demikian Allah menciptakan alat-alat tubuh dengan tujuan unutk menimba ilmu dan mengumpulkan pengalaman. Sebab, dari alat-alat tubuh yang disebut indera, manusia bisa mengumpulkan pengalaman.
            Adapun niat adalah suatu keinginan yang mendorong tubuh kita untuk berbuat. Macam-macam dorongan untuk menggerakkan suatu amal dapatlah digolongkan menjadi beberapa tindakan, diantaranya adalah:
            Pertama, amal (tindakan) yang dibangkitkan oleh suatu jenis dorongan saja. Misalnya suatu ketika kita dihadapkan pada suatu binatang yang tiba-tiba sudah ada di hadapan kita. Dengan demikian kita pasti menghindar atau lari dari binatang itu. Proses niat itu muncul karena demikian: mula-mula kita melihat binatang dan menyakini itu cukup berbahaya. Dari manakah kita tahu binatang itu berbahaya? Jawabannya dari ilmu dan pengalaman.
            Kedua, suatu ketika kita memberi sedekah kepada famili kita. Sedekah itu didorong oleh dua niat. Niat pertama, karena dia masih famili dan kedua karena ingin beramal baik.
            Ketiga, pendorongan yang mempunyai kekuatan cukup untuk membangkitkan kita melakukan sesuatu.
            Bapak, Ibu dan saudara sekalian.
            Segala amal perbuatan, terutama amal kebaikan, tidak bisa dilepaskan dengan niat. Shalat yang kita kerjakan tanpa didahului dengan niat maka tidak sah shalat kita. Begitu juga ibadah-ibadah lainnya.
            Berbicara tentang niat, tentu berhubungan erat dengan ikhlas. Artinya, segala amal perbuatan yang kita lakukan, teutama amal taat, hendaknya dipasang niat. Dan niat itu haruslah ikhlas. Tanpa dilandasi niat ikhlas, maka ibadah kita menjadi sia-sia. Rasulullah SAW bersabda, “apabila seseorang mengikhlaskan amal perbuatannya karena Allah selama empat puluh hari, maka memancarlah hikmah dari  hati dan lidahnya.

Artinya: Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Allah". (Al-Kahfi ayat 110)

                Penyukutuan Allah terhadap yang lain dalam bentuk beramal taat banyak sekali. Dan hal yang seringkali tidak kita sadari. Misalnya kita berniat Shalat dan menyempurnakan gerakannya. Hal itu bukan bertujuan ikhlas karena Allah saja, tetapi karena ingin di anggap bahwa kita adalah ahli shalat. Begitu pula kita membaca Al-Qur’an dengan lantunan yang merdu dan dikeraskan dengan tujuan agar dipuji orang. Inilah yang dinamakan Riya’.
            Saudara yang dikasihi Allah,
            Janganlah kita bangga dengan sedekah yang kita keluarkan. Jangan sibuk menghitung amal pahala yang belum tentu kita dapatkan. Selama niat sedekah itu tidak ikhlas, maka pahala aka digantikan dengan siksa oleh Allah Taala.
            Saudaraku hubungan antara niat dan ibadah kepada Allah. Oleh karena itu hendaknya kita menjaga diri dan hati kita agar tidak tercemar dari Riya’. Riya’ adalah senang dipuji oleh orang lain. Dalam urusan beramal taat, maka niat harus bersih, HANYA KEPADA ALLAH SEMATA.
            Semoga pidato singkat bermanfaat, mohon maaf jika ada kekurangan dan terimakasih atas perhatiannya.
           
            Bilahit taufiq wal hidayah, wassalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.

hamba mohon ridho-mu

Artikel Terkait "Pidato"

Bukan yang anda cari? Cari lagi di sini:


Terimakasih telah singgah di hambamohon.com. Kamu baru saja membaca artikel tentang Contoh Pidato Hakikat Niat Dalam Beribadah. Jika menurut kamu artikel tentang Contoh Pidato Hakikat Niat Dalam Beribadah ini bermanfaat, silahkan copy dan bagikan. Namun jangan lupa untuk menyertakan sumber di bawah ini:




Silahkan Beri Komentar Untuk Artikel Tentang "Contoh Pidato Hakikat Niat Dalam Beribadah"



 
Home | About Me | Contact Me | Sitemap | Quran | Privacy Policy
Powered By: Blogger and Cyber-K - Template Created by Lasantha, Published by Premium Blogger Themes, Redesigned by Yana Suryana
© 2013 Hamba Mohon Ridho-Mu - All Rights Reserved
Saya Yahoo!